You are here: Home BERITA Formulator Pupuk Super Tani Ingin Sumbangkan Karyanya Untuk Wajo

Formulator Pupuk Super Tani Ingin Sumbangkan Karyanya Untuk Wajo

PDFPrint

Pupuk NPK Super Tani yang selama ini sudah dikenal oleh kalangan petani di Tanah Air khususnya di Sulawesi Selatan telah banyak dirasakan mamfaatnya.  Pupuk NPK yang diproduksi PT Super Tani Indonesia ini telah puluhan tahun berkiprah dengan melakukan berbagai observasi dan penelitian, dengan turun langsung ke lapangan melihat kondisi petani dengan melakukan berbagai uji-coba produk.

Dari hasil uji-coba selama puluhan tahun baik diberikan secara gratis kepada petani maupun yang bersifat komersial, ternyata dapat menghasilkan produksi pertanian tanaman padi dan tanaman lainnya, yaitu mengurangi biaya produksi serta meningkatkan hasil perolehan petani secara signifikan. Hal tersebut seiring komitmen pemerintah dalam menyukseskan swasembada pangan nasional.

Pupuk NPK Super Tani yang diproduksi di Kabupaten Wajo tersebut memiliki legalitas lengkap, bahkan telah mendapatkan penghargaan dari pemerintah RI dengan kategori pupuk organik terbaik tahun 2009, selain itu menjadi garda terdepan dalam mendukung dan menyukseskan program ketahanan pangan Kodam VII Wirabuana.

Formulator pupuk NPK Super Tani yang sering disapa AUM (Andi Undru Mario) seorang prajurit TNI/AD yang selalu berkomitmen membangun negeri sesuai keahlian yang dimiliki. Selain sebagai prajurit yang merelakan jiwa raganya untuk pertahanan negara juga berkomitmen mengurangi beban masyarakat petani.

AUM mengalami masa kecilnya di dusun Ceppaga sebuah kampung yang jauh dari hiruk-pikuk kehidupan metropolitan, dilahirkan dari keluarga petani dengan kehidupan yang jauh dari kemewahan.

Dalam perjalanan hidupnya AUM banyak mengalami pengalaman getir, namun karena jiwa kesatria, ulet, kemauan, sabar dan ketabahan maka apa yang selama ini diinginkan paling tidak sudah dapat diperhitungkan.

Karena itu, AUM ingin menyumbangkan hasil buah pikirannya untuk kampung halamannya yaitu Kabupaten Wajo paling tidak bagaimana membantu para petani Wajo untuk menemukan kembali hegemoni di bidang pertanian yang dahulu dikenal sebagai lumbung beras.