You are here: Home BERITA Tunjuk Langsung Pengadaan Pupuk, Mentan Tak Khawatir Dipanggil KPK

Tunjuk Langsung Pengadaan Pupuk, Mentan Tak Khawatir Dipanggil KPK

PDFPrint

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengaku tak khawatir soal kebijakannya yang melakukan pengadaan pupuk, benih, alat mesin pertanian (Alsintan) tanpa proses tender alias penunjukan langsung.

Selain sudah ada payung hukumnya, Amran punya alasan yang kuat yaitu agar petani tak terlambat menerima bantuan pupuk, benih, alsintan, karena tanpa proses tender pengadaan barang lebih cepat.

Sebelumnya pengaturan penunjukkan langsung pengadaan pupuk dan benih unggul belum diatur dalam Perpres Nomor 54 tahun 2010 dan Perpres Nomor 70 tahun 2012, Menteri Pertanian tentang pengadaan barang dan jasa, maka Pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 172 tahun 2014 tentang perubahan ketiga Peraturan Presiden Nomor 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang atau jasa pemerintah.

"Gara-gara perubahan regulasi ini saya dinasehati. Pak menteri hati-hati, nanti selesai menjabat dicari. Nanti dipanggil oleh Kuningan dan Gedung Bundar (KPK dan Kejaksaan)," ungkap Amran di acara Gelar Teknologi Pertanian Modern yang berlokasi di tengah areal bersawahan Desa Gardumukti, Kecamatan Tampakdahan, Subang‎, Jawa Barat, Selasa (20/10/2015).

Hal ini Amran sampaikan di depan para petani dan jajaran TNI dan undangan lainnya. Selain itu hadir seluruh Direktur Jenderal dan Kepala Badan di lingkungan Kementerian Pertanian. Juga hadir Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Letjen Mulyono.

"Tidak masalah dipanggil dihukum selama masih di dunia, karena kalau sudah diakhirat disuruh bertanggung jawab itu berat Pak.‎ Jadi tidak apa-apa dipanggil demi sahabatku petani se-Indonesia," katanya.

Selain itu, ia juga melakukan perubahan regulasi soal pencairan dana alokasi khusus (DAK) bidang pertanian ke daerah. Melalui regulasi terbaru, bahwa pemerintah daerah yang produksi pertaniannya turun akan diganjar dengan pengurangan anggaran.

"Minta maaf, 2016 kita tidak ketemu. Anggarannya Rp 0 di 2016. Kalau pun nggak Rp 0, kita buat serendah-rendahnya anggaran 2016," kata Amran yang memakai kemeja putih bercelana panjang hitam.

Amran juga menyampaikan di bawah kepemimpinannya di kementerian pertanian selama setahun, telah ada upaya perbaikan tata niaga pertanian sehingga bisa menekan adanya lonjakan harga produk pertanian seperti bawang. Bahkan pada pertengahan 2015 lalu, Amran berhasil menggagalkan rencana impor bawang merah, karena setelah investigasi di lapangan produksi bawang merah lokal cukup untuk dalam negeri.

"Hasilnya kita sudah bisa ekspor. Bisa ekspor kok kita mau impor," katanya.

Sumber : http://finance.detik.com