You are here: Home BERITA Kadis Pertanian Pangkep " Menggunakan Pupuk Super Tani dari TNI " Lebih Hemat

Kadis Pertanian Pangkep " Menggunakan Pupuk Super Tani dari TNI " Lebih Hemat

PDFPrint

Dinas tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Pangkep bersama Kodim 1421 Pangkep menggelar panen raya padi Gaduh, untuk tahun ini sistem pola tanam menggunakan faritas bibit unggul Hibrida, dari 16.862 Hektar lahan tanam, 2000 hektear lahan tanam menggunakan bibit hibrida. Bibit unggul hibrida ini dianggap mampu meningkatkan produksi padi hingga 50 persen dari  bibit unggul biasa.

Bupati Pangkep, H Syamsuddin Hamid mengatakan, pertanian merupakan titik fokus yang utama dalam pembangunan karena merupakan. Untuk itu, kata Syamsuddin, sedikitnya sudah Rp13 miliar yang digelontorkan untuk membantu peningkatan hasil pertanian. Kepada petani ia meminta agar bantuan-bantuan tersebut digunakan sebaik-baiknya.

“Janganmi itu peralatan pertanian yang di berikan oleh pemerintah kepada masyarakat disimpan sebagi pajangan, gunakan dengan sebaik baiknya, tidak usah takut rusak, kalau rusak tentu pemerintah akan menggantinya,seperti mesin handtraktor itu bukan milik perseorangan tapi di peruntukkan untuk kelompok,”jelas Syamsuddin.

Ia juga mengatakan, Sekarang Kementerian Pertanian memprogramkan Surplus 10 juta ton beras tahun 2015, kami berharap Kabupaten Pangkep dapat ikut serta dalam mengsuksekan program tersebut, tentunya tidak terlepas dari peran para petani kita dalam melakukan pola tanam yang baik yang sesuai dengan prosodur dan rekomendasi Dinas Tanaman Pangan Pangkep.

Kadis Pertanian dan Peternakan Pangkep, Sriwati mengatakan kalau, keberhasilan ini di tentukan oleh beberapa hal seperti, pengolahan atau pembajakan tanah itu sendiri sangat mempengaruhi, kesuburan padi juga pupuk yang di gunakan, seperti yang kita pake di program ini, dengan menggunakan pupuk organik Super Tani dari dari TNI sangat menhemat penggunaan pupuk urea kita karena pupuk ini menggunakan MPK unsur makro, jelasnya.

Dengan program utama pemerintah untuk menjadi wilayah penghasil produk pertanian, perikanan, kelautan, dan peternakan pemerintah telah berupaya melakukan pencapaian itu, selama 3 tahun sekitar 1.300 unit hand traktor dan 315 pompa air,sangat Mungkin kita bisa mencapai taerget itu beberapa tahun kedepan, dengan program dan teknik tani seperti, Sekolah lapang pengelolahan tanaman terpadu ( SL-PTT), optimasi lahan, SRI, Dem-Farm, serta perbaikan sarana irigasi dan alsin berupa pompa dan hand traktor.

Sumber : marospangkep.com