You are here: Home OPINI Mengisi Kemerdekaan Bukan Retorika

Mengisi Kemerdekaan Bukan Retorika

PDFPrint

Semangat reformasi yang bergulir di Indonesia, telah membawa manusia Indonesia secara merdeka untuk mengaktualisasikan diri. Atas nama demokrasi dan reformasi, kini rakyat Indonesia merasakan kebebasan untuk berorganisasi dan menyuarakan aspirasinya. Menghargai jasa pahlawan bukan sekadar kata-kata penuh retorika, bukanlah apa yang diharapkan oleh rakyat Indonesia. Mengisi kemerdekaan yang diperoleh dari tetesan darah dan keringat kesuma bangsa tidak cukup hanya merayakannya. Sejatinya, Karya nyata adalah pembuktian yang ditunggu dalam rangka mengisi kemerdekan bagi rakyat Indonesia.

Kini nilai perjuangan tidak dimanifestasikan dalam bentuk perjuangan fisik, tetapi dalam bentuk karya nyata dalam membangun bangsa dan masyarakat Indonesia. Mewujudkan kemajuan, kemandirian, dan kesejahteraan masyarakat. Dibutuhkan inovasi, karya nyata, untuk menyelesaikan berbagai permasalahan dengan lebih memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Peringatan hari Kemerdekan Republik Indonesia yang selalu diperingati pada tanggal 17 Agustus terasa beda. Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang dibacakan oleh proklamator Soekarno-Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945 merupakan tanggal bersejarah bagi perjuangan rakyat Indonesia.

Memaknai Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang kita cintai ini di tengah bergulirnya semangat reformasi dan perkembangan teknologi. Peringatan Hari Kemerdekaan RI tahun ini memiliki arti yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Tidak hanya sebagai momentum untuk mengenang jasa para pejuang Indonesia, melainkan juga merupakan kesempatan emas untuk meninjau kembali hal-hal yang telah kita lakukan dalam mengisi kemerdekaan.

Pada era terkini, dalam mengisi kemerdekaan yang telah dipersembahkan dengan darah dan air mata bahkan nyawa, maka perjuangan harus ditampilkan dalam bentuk pengabdian dan karya nyata. Tujuannya adalah dalam rangka menciptakan tatanan kehidupan yang lebih adil, aman, makmur, dan sejahtera baik secara material maupun spiritual. Dan, sampai sejauh ini, patut disyukuri karena perjuangan dalam mengisi kemerdekaan itu telah mencapai berbagai hasil yang bisa dirasakan masyarakat Indonesia.

Namun, seirirng semangat reformasi yang bergulir di benak masyarakat Indoensia, semakin banyak pula yang menyangsikan masih bergeloranya nasionalisme serta semangat dan jiwa patriotisme di kalangan masyarakat.

Sejatinya, merayakan hari kemerdekaan itu bukan sekadar seremonial belaka yang tiap tahun menghabiskan dana begitu banyak. Padahal, menampilkan karya nyata anak-anak negeri sesuatu yang didambakan para pejuang dan rakyat Indonesia. Buah pikiran yang dapat mengubah serta mengankat harkat dan martabat bangsa mestinya lahir setiap rakyat Indonesia merayakan hari kemerdekaannya. Karena itu, sekecil apapun karya anak negeri setidaknya dapat menyembuhkan luka dan derita para kesuma bangsa.

Perjuangan berat dan kini menjadi tantangan adalah mengisi kemerdekaan dengan menempatkan segalanya di atas kepentingan bangsa dan negara. segala karya dan bakti apapun profesinya harus dapat menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan lainnya. Hakikatnya, mengisi kemerdekaan dengan karya bakti yang sungguh-sungguh, menjadi apresiasi kita terhadap perjuangan para pejuang yang sudah gugur.

Tanggal 17 Agustus 1945 adalah hari yang paling bersejarah bagi bangsa Indonesia, kerena pada hari itulah bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaan. Sebuah kemerdekaan yang begitu berharga dan telah diperjuangkan oleh para pahlawan bangsa melalui proses yang panjang. Sekarang kita telah dapat menikmati kemerdekaan yang telah direbut dengan pengorbanan yang luar biasa, sepenuh jiwa dan raga.

Sekaranglah momentum yang tepat untuk mengisi kemerdekaan dengan kesuksesan. Tetapi jangan keliru mengaitkan kesuksesan dengan kesenangan, kekayaan atau kekuasaan. Sebab pemahaman seperti itu telah menyebabkan banyak orang memilih cara instan dan menghalalkan segala cara untuk memperkaya diri sendiri dan berlaku culas, misalnya melakukan korupsi, mencuri, menipu, merampok, menjilat, dan lain sebagainya. Cara-cara instan dan negatif tidak akan membawa kesuksesan melainkan kehancuran.

Sesungguhnya kesuksesan bukan hanya soal uang dan kekuasaan, melainkan keseimbangan delapan aspek kehidupan, meliputi: kebahagiaan keluarga, kesehatan, keberhasilan bisnis atau karir, peningkatan kekuatan spiritual termasuk moral, hubungan sosial antar manusia, pengembangan diri atau pendidikan, keuangan, dan rekreasi. Keseimbangan aspek-aspek tersebut tentu saja tidak dapat dicapai dengan cara instan atau manipulasi. Marilah kita belajar bagaimana meraih kesuksesan dari apa yang telah dicontohkan oleh para pahlawan bangsa ketika berjuang merebut kemerdekaan.

Pertama, Para pahlawan kemerdekaan telah berjuang, berkorban jiwa dan raga hanya untuk satu tujuan, yaitu MERDEKA! Mereka tidak peduli pada tantangan sesulit apapun yang menghadang perjuangan bahkan maut sekalipun. Mereka mendedikasikan diri secara total untuk mewujudkan Indonesia merdeka.

Begitu pula ketika ingin meraih kesuksesan, Anda harus menemukan tujuan pasti, jelas, menarik, dan bermanfaat. Sebuah tujuan akan menjadi petunjuk untuk menciptakan gagasan-gagasan yang cerdas serta langkah-langkah yang tepat dan efektif. Tujuan akan memastikan Anda menciptakan kemajuan hingga mencapai kesuksesan, karena Anda menjadi lebih bersemangat dan fokus dalam bekerja.

Kedua, Sejarah mencatat bahwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan oleh Ir. Soekarno didampingi oleh Drs. Mohammad Hatta di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat. Proklamasi itu dilakukan segera setelah bangsa Indonesia mendengar Jepang akan segera menyerah kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Jepang berencana untuk menyerah setelah bom atom ke-2 dijatuhkan di Jepang pada tanggal 9 Agustus 1945. Tanpa menunggu lebih lama, masa kejatuhan Jepang langsung dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Sama seperti mengejar kesuksesan, diperlukan tindakan cepat dalam melakukan segala sesuatu. Karenanya, tingkatkan kemampuan, gigih, sigap, dan peka terhadap perubahan. Sehingga Anda terbiasa membaca perubahan dan dengan cepat mengubahnya menjadi kesempatan emas. Terlebih di era digital seperti sekarang memungkinkan Anda untuk bertindak lebih cepat, sehingga kesempatan Anda meraih kesuksesan akan semakin terbuka lebar.

Ketiga, Mari kita tengok sejarah ketika para pejuang mengusir penjajah, mereka tidak bingung memikirkan mereka akan kalah atau menang. Walaupun dengan senjata bambu runcing, keberanian dan ketulusan mereka luar biasa. Mereka berjuang dengan gagah berani dan tanpa pamrih walaupun nyawa menjadi taruhan. Berkat perjuangan merekalah penjajah terusir dari bumi Indonesia.

Perjuangan meraih kesuksesan juga memerlukan keberanian menghadapi tantangan, serta ketulusan. Rasa takut gagal dan keragu-raguan akan membuat Anda semakin terbelenggu, tidak mampu melakukan langkah-langkah agar Anda bergerak maju atau menciptakan perubahan positif. Karenanya segera lakukan sesuatu untuk memperoleh kemajuan, dan lakukan tanggung jawab Anda sebaik mungkin, tak peduli apapun tantangan yang harus Anda hadapi. Dengan keberanian, usaha terbaik dan ketulusan, Anda pasti memperoleh kesuksesan yang Anda harapkan.

Keempat, Para pahlawan bersatu padu dari bermacam perbedaan suku, agama, maupun adat, demi mencapai visi meraih kemerdekaan. Dalam mencapai kesuksesan juga begitu, kita harus berkumpul dengan orang-orang yang sejalan dengan apa yang kita perjuangkan. Orang-orang yang sejalan dengan visi dan misi kita akan menjadi pendukung sekaligus pelatih, yang akan memotivasi dan membantu kita tetap fokus mewujudkan visi dan misi.

Kelima, Setelah berhasil merebut kemerdekaan, masih banyak tantangan yang harus dihadapi bangsa Indonesia pada saat itu. Setelah Jepang kalah perang, Belanda dan sekutunya ingin kembali menguasai Indonesia. Bangsa Indonesia kembali berjuang sekuat tenaga demi mempertahankan kemerdekaan agar tidak jatuh lagi ke tangan penjajah. Kita patut bersyukur karena perjuangan para pahlawan itulah sampai saat ini kita masih menikmati kemerdekaan.

Begitu pula ketika Anda berhasil meraih kesuksesan, itu bukan berarti tantangan sudah berakhir. Mempertahankan kesuksesan itu lebih sulit, sehingga diperlukan usaha yang lebih keras dan cerdas untuk membuka potensi pertumbuhan dalam bisnis maupun karir. Misalnya dalam berbisnis, jangan berhenti untuk terus membangun reputasi yang baik melalui produk atau jasa yang lebih berkualitas serta pelayanan yang semakin baik, sehingga para pelanggan selalu ingat dan dengan senang hati datang kembali sambil mengajak teman-teman mereka. Secuil tapi berkesinambungan, jangan sampai melimpah ruah namun sekali saja.

Para pejuang kemerdekaan telah sangat berjasa karena membawa kita menikmati kemerdekaan seperti sekarang. Mereka juga telah menginspirasi dan memberi suri teladan bagaimana memperjuangkan sesuatu agar berhasil kita capai. Sekaranglah saat yang tepat untuk melakukan sesuatu untuk menciptakan kesuksesan sesuai dengan semangat perjuangan, menjadi lebih mandiri dan percaya diri, karena tidak mungkin kita selalu bergantung pada orang atau bangsa lain.

Sebagai formulator Super Tani mungkin agak berlebihan jika mengapresiasi diri sendiri, namun itulah yang kami miliki, bahwa melahirkan sebuah karya yang dinamakan pupuk SUPER TANI untuk kepentingan petani Indonesia adalah satu bukti nyata dan bakti kami kepada Indonesia Raya. Jika para syuhada bangsa berjuang mengusir penjajah, maka kami nyatakan dan mengajak seluruh komponen bangsa " Mari mengusir kemiskinan yang menjerat bangsa ini."

Akhirnya dengan semangat peringatan HUT ke-69 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2014 ini, SUPER TANI semakin berkomitmen untuk mendukung dan mewujudkan swasembada, dan ketahanan pangan nasional. SEKECIL APAPUN KARYA KAMI PALING TIDAK DAPAT MENGURANGI LUKA DAN DERITA PARA KESUMA BANGSA.

Oleh : Kapten Cpl. Andi Undru,S.Sos.