You are here: Home OPINI Kupersembahkan Sebuah Karya untuk Negeriku

Kupersembahkan Sebuah Karya untuk Negeriku

PDFPrint

Assalamu Alaikum Wr.Wb

" Insya Allah Pasti Bisa”  adalah kata yang selalu terlontar dari dalam hati dan pikiranku.. Tak pernah aku menyangka berawal dari mimpi ,, berusaha dan berdoa yang akhirnya mengantarkan kesebuah perjalanan hidup yang luar biasa dan takkan pernah ku lupa. Cuma bisa aku mengatakan “ BAHWA SESUATU ITU MEMANG ADA ”

" Jangan Pernah Gentar  Bermimpi,  karena suatu saat mimpi itu akan terwujud di depan pelupuk mata kita, bak ratnamutumanikam menghias jagad belantara Ilahi“. Dalam kebesaran mimpi itu  akan muncul dan menyambar di tepian jiwa dan pikiran terbangun ketika mimpi itu ada di depan mata  bak peluru menembus sasar ” Dan  sesungguhnya perjalanan awal dari sebuah mimpi dimulai di sini … "

Saya menyadari sebagai seorang yang dibesarkan dari keluarga sederhana tentu memiliki segala keterbatasan, tidak seperti orang kebanyakan yang memiliki fasilitas hidup yang lengkap, namun kesederhanaan hidup itu ternyata membuat saya merenung lebih jauh untuk mendapatkan sesuatu dari TIDAK ADA MENJADI ADA.
Buah mimpi kurenung dengan cerdas, keras, ikhlas, dan tuntas. Tak ayal, suka dan duka silih berganti ibarat sahabat tak terpisah. Dalam proses renungan Tiga Belas Tahun kubidik sasar satu demi satu. Dan aku akan terus bermimpi dan mewujudkannya, mimpiku. Kata orang bijak  " Bermimpilah selagi bisa bermimpi dan mumpung mimpi itu masih ada ".

Hidup adalah sebuah perjalanan yang panjang, jika kita mau menggunakan setiap kesempatan dengan baik, tapi Hidup juga dapat menjadi sebuah perjalanan yang singkat jika kita hanya menggunakan setiap sisa hidup kita dengan kesia-siaan. Perjalanan hidup itu memang tak selamanya mudah... banyak liku-liku kehidupan di dunia ini tapi kita yakini bahwa disetiap akhir hidup kita harus bahagia.

Sebagai Insan Beriman Perubahan Adalah Sebuah Keniscayaan

Kehidupan senantiasa berubah dan silih berganti. Semenjak penciptaannya, alam semesta beserta segala isinya selalu mengalami perubahan dari masa ke masa. Teori ledakan besar ‘big bang’ yang menjadi awal mula jagat raya ini, tentu jauh berbeda kondisinya saat ini dengan ketika awal penciptaanya. Hijau dan suburnya bumi ini tentu tidak sama ketika ribuan bahkan jutaan tahun yang lalu mengalami kegersangan. Ya, alam memberikan pelajaran tentang perubahan. Perubahan menuju kondisi yang lebih baik. Manusia mestinya juga bisa belajar dari dirinya sendiri. Metamorfosa seorang manusia dari setetes air yang hina menjadi janin, kemudian datang ke alam fana ini sebagai bayi, tumbuh menjadi anak kecil yang riang, lalu tumbuh memasuki usia remaja hingga menjadi dewasa dan tua, adalah contoh lain sebuah perubahan.

Namun, yang terpenting untuk menjadi pemahaman yakni bahwa perubahan adalah sebuah proses kehidupan itu sendiri. Hanya mereka yang mau dan siap berubah saja yang akan menjadi ‘petarung’ tangguh dalam kehidupan ini. Sedangkan yang tidak siap melakukan perubahan, maka hanya akan menjadi ‘pecundang’ dan mati tergilas kehidupan. Berubah menjadi lebih baik, lebih, kuat, atau lebih sukses sudah barang tentu memerlukan proses dan perjuangan. Keberhasilan tidak datang kepada para pemalas dan pemuja angan-angan yang tidak pernah berusaha untuk menggapainya. Keberhasilan juga tidak datang kepada penikmat kemudahan yang bodoh, bahkan keberhasilan tidak akan menghampiri para pecundang dan siapa saja yang mudah putus asa. Karena keberhasilan dan kesuksesan memiliki cara tersendiri untuk datang kepada para pemiliknya.

Belajar dari Celah Kecil

Tidak ada salahnya jika kita menyimak satu kisah metamorfosa berikut ini yang sungguh sangat luar biasa untuk menjadi pelajaran bagi ‘ PETARUNG-PETARUNG ’ kehidupan yang tangguh;

Suatu hari, muncul celah kecil pada sebuah kepompong. Seorang anak muda berada didekatnya dan memperhatikan detik demi detik calon kupu-kupu kecil itu berjuang keras untuk keluar dari celah tersebut. Sudah berjam-jam lamanya celah itu hanya bergerak sedikit demi sedikit, sampai kemudian tampak terhenti. Sepertinya usaha tersebut sia-sia belaka dan seolah usahanya gagal dan tak mungkin berhasil. Anak muda itu tertegun, dan akhirnya memutuskan untuk membantu membongkar kepompong tersebut. keluarlah kupu-kupu kecil dengan mudah darinya. Namun, apa yang terjadi? Tubuh kupu-kupu itu kecil dan sayapnya tidak mengembang dan kurang sempurna. Anak muda itu diam dan terus memperhatikan, berharap bahwa sebentar lagi sayap tersebut akan terbuka, membesar, dan berkembang menjadi sayap yang kuat yang dapat membawa tubuhnya sendiri terbang mengarungi dunianya yang baru.

Akan tetapi, apa yang diharapkan anak muda itu tidak kunjung datang. Sayap itu tetap lemah dan tidak mengembang hingga akhirnya kupu-kupu tersebut menghabiskan hidupnya dengan merayap dan lemah. Kehidupan dan perubahan membutuhkan perjuangan, seekor kupu-kupu secara alamiah tidak pernah lelah dan putus asa untuk merobek kepompong yang menghalanginya dari dunia luar. Namun, sungguh bahwa upaya keras dan panjangnya itu adalah sebuah proses untuk dirinya menjadi lebih matang, kuat dan tangguh. Untuk melanglang buana menjalani kehidupan berikutnya yang penuh kesempatan.

Demikian pula halnya manusia. Jika diresapi lebih mendalam, maka segala tantangan dan ujian hidup hanyalah sebuah jalan menuju kematangan dan kesiapan meraih keberhasilan. Mengapa tidak mencoba untuk berfikir, bahwa awal mula kehidupan setiap manusia dimulai dengan pertarungan ?. Dan kita adalah sosok petarung tangguh dan pemenang itu. Karena setiap manusia tumbuh dari benih pilihan yang unggul dan telah mengalahkan ribuan bahkan jutaan sperma lainnya. Bukankah kita telah dilahirkan sebagai ‘petarung’ yang tangguh? Karenanya, keyakinan dan perubahan adalah jalan meraih keberhasilan dan kehidupan yang lebih baik bagi para petarung sejati. Saatnya memulai untuk bermetamorfosa secara hirarki .

Kemampuan Melawan Gravitasi

Gaya gavitasi bumi adalah gaya tarik bumi terhadap benda-benda yang berada di atasnya.  Misalnya, Buah-buahan yang jatuh dari pohonnya adalah merupakan contoh gaya gravitasi. Semua benda yang ada di bumi ini akan jatuh ke tanah apabila tidak ada yang menyangganya di suatu ketinggian. Yang pasti Tuhan merancang gaya gravitasi ini dengan fungsi yang sangat penting bagi kehidupan semua mahluk bumi. Coba anda bayangkan jika bumi tempat kita berpijak ini tidak ada gaya gravitasi, betapa susahnya semua benda tidak bisa disusun karena bertebaran, dan banyak lagi masalah lain yang akan timbul jika tidak ada gaya gravitasi bumi. Contoh lain gravitasi bumi adalah gaya tarik bumi terhadap bulan sebagai satelit.
Secara pintas kedengarannya mustahil, karena semua sudah diatur oleh Sang Pencipta Alam Semesta. Tapi bukankah Allah telah memberi akal dan pikiran kepada kita ?
‘Seperti katak dalam tempurung’, peribahasa ini sangat familiar bagi hampir semua orang yang pernah mengenyam bangku sekolah. Begitu pula maksud dari kalimat yang terangkai dari empat kata tersebut, hampir semua orang juga memahaminya. Bagaikan katak dalam tempurung berarti seseorang yang sempit wawasan, sempit pengetahuan, atau pun sempit keyakinan. Yang menganggap bahwa apa yang dimilikinya saat itu adalah puncak sebuah keberhasilan yang tidak mungkin bisa lebih baik lagi, atau puncak kegagalan yang tak mungkin lagi terpecahkan.

Demikian penjabaran dari peri bahasa tersebut di atas. Yang menjadi permasalahan adalah, tidak sedikit dari manusia yang tidak menyadari bahwa dirinya bagai seekor katak yang terkungkung dalam tempurung. Dirinya menganggap bahwa kondisi saat ini adalah kondisi terbaik bagi nasibnya. Tidak perlu ada upaya berubah. Bagi orang yang merasa tidak memiliki bekal pengetahuan cukup, menyikapi nasib dengan sikap pasrah dan lemah. Sedang bagi sebagian orang yang mendapatkan sedikit ‘keberhasilan’ terburu-buru merasa bahwa saat ini adalah waktunya menikmati jerih payah. Masa kerja keras dan banting tulang sudah terlewati, saatnya memetik sambil berleha-leha menikmati secangkir kopi. Inilah sebenarnya “ ketidakmampuan melawan gravitasi “  yang membuat lalai dan cepat puas atau putus asa.

Sangat banyak orang ingin menggapai puncak kesuksesan, dan tidak sedikit orang yang menggantungkan cita-cita setinggi langit. Namun, hanya sedikit di antaranya yang siap mengambil langkah besar menaiki tangga kesuksesan yang tentunya penuh dengan aral dan ujian. Bahkan sangat sedikit sekali orang-orang yang siap melewati resiko dengan keberanian dan kematangan pertimbangan. Justru, kebanyakan malah menghindari jalan terjal menuju kesuksesan. Pada umumnya orang dengan mudah mengatakan “ Akan Kuwakafkan Jiwaragaku “ Tapi Tak semua orang bisa mengatakan “ KUPERSEMBAHKAN SEBUAH KARYAKU “
Dunia ini penuh sesak dengan peluang dan kesempatan, tentunya bagi orang-orang yang mau melakukan “ loncatan besar “ dalam hidup ini. Dan kesempatan itu tidak hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang ‘beruntung’ saja, tetapi juga bagi setiap orang yang memiliki motivasi untuk hidup lebih baik dan terus lebih baik lagi.  Siapa sangka seorang Mark Spancer yang hingga meninggal dunia tidak pernah bisa membaca dan menulis di akhir hayatnya memiliki puluhan outlet fashion pemilik merk ternama. Atau seorang Matsushita, dimana karena kemiskinannya hari berkabung atas kematian ayahnya hanya diketahui dan dihadiri 3 orang saja, dirinya, ibunya, dan saudaranya, namun dikemudian hari menjadi salah satu pengusaha sukses pemilik perusahan raksasa Matsushita atau kita biasa mengenal Panasonic Gobel. Dan masih banyak kisah-kisah nyata lainnya yang seharusnya dapat menjadi motivasi bagi setiap kita untuk mampu menaiki satu persatu anak tangga keberhasilan yang tiada ujung ini.

Lalu apa yang harus kulakukan?

Jika saya meninggal nanti, waktu harus memberi bukti, bahwa semua orang menyebut karya saya. berupaya keras merajut tangga keberhasilan meski kegagalan kadang menjadi penghambatnya.  berfikiran besar dan berani mengambil risiko dalam meraih tujuan. Apa perbedaan seseorang yang sempit otak dengan orang yang berfikiran besar menyikapi tentang malam yang gelap gulita. Orang yang sempit otak akan berfikir bahwa, datangnya gelap pertanda tibanya waktu meluruskan badan dan meregangkan otot. Atau saatnya mengumpat dan mengumbar cacian karena tidak bisa berbuat apa-apa. Tetapi bagi orang yang berfikiran besar, maka gelap menjadi motivasi melakukan karya besar sebagaimana Alpha Thomas Edison bekerja keras menciptakan ‘cahaya’ untuk menaklukkan gelap. Meskipun orang-orang disekitarnya menganggap gila dan sesuatu pekerjaan yang sia-sia.

Demikian kenyataanya, bahwa seringkali kita tidak menyadari bahwa kita seperti katak dalam tempurung. Merasa tidak mungkin bisa berubah lagi atau merasa besar dengan kekerdilan kita. Enggan mencoba melakukan loncatan besar untuk meraih kondisi yang lebih baik lagi karena merasa bahwa saat ini adalah waktunya menerima nasib atau memetik hasil. Lalu mengapa tidak berfikir untuk mulai memecahkan tempurung yang mengungkung kita? Sebab diluar sana dunia masih begitu luas dan menjanjikan peluang dan kesempatan yang tiada batas.

Mimpi Sang Prajurit

Seperti yang diutarakan di atas, bahwa semua orang bisa mengatakan  Akan Kuwakafkan Jiwaragaku “ Tapi Tak semua orang mampu mengatakan “ KUPERSEMBAHKAN SEBUAH KARYAKU  “. Saya sebagai seorang prajurit telah membuktikan secuil karya kecil dari sekian banyak pembuat karya besar. Bukan tidak mungkin sebagian orang mencemoh dan memandang kecil  apa yang saya perbuat, tapi pasti masih ada sebagian orang juga mengapresiasi apa yang telah kami lakukan.

Jika pembuat karya besar menganggap karya kecil kami tidak berarti, itu adalah wajar karena memang saya dibesarkan dari keluarga kecil-sederhana. Namun dibalik itu, sekecil apapun yang saya buat merupakan karya besar bagi saya pribadi, keluarga, dan institusi. Itulah prinsip yang saya pegang untuk melawan desing peluru nyasar musuh yang masih bergentayangan di negeri ini.

Super Tani adalah dua buah untaian kata memberi nama karya kecil  saya. Namun di dalamnya sarat dengan makna dan mamfaat yang kini telah dibuktikan oleh petani Indonesia. Tiga belas tahun adalah kurun waktu yang saya lalui hanya untuk menghasilkan sebuah karya kecil. Melalui perjuangan dengan berbagai rintangan yang akhirnya memiliki legalitas kepemilikan. Bahkan telah mendapat pengakuan bukan hanya dari petani pengguna tapi juga dari pemerintah dalam sebuah Direktori 2009.

Pupuk Super Tani adalah tiga kata yang tak terpisahkan adalah bentuk karya kecil seorang Prajurit. “ Untukmu Negeriku, Hanya Inilah Batas Kemampuan Prajuritmu, Kupersembahkan  Sebuah Karya Kusebut SUPER TANI  “

Saya sebagai seorang prajurit sangat memahami, bahwa Tugas pokok Prajurit TNI adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.
Oleh karena itu, Disiplin, Militansi, Semangat Nasionalisme, Patriotisme dan Nilai-Nilai Luhur Bangsa Menuju Indonesia Yang Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil Dan Makmur Perlu Lebih Ditingkatkan.

(Andi Undru, S.Sos.)