You are here: Home ARTIKEL Pertanian Mengenal Tumbuhan Nilam dan Prospeknya

Mengenal Tumbuhan Nilam dan Prospeknya

PDFPrint

Nilam adalah suatu tumbuhan semak tropis penghasil salah satu  jenis minyak atsiri yang dinamakan minyak nilam. Dalam perdagangan internasional, minyak nilam dikenal sebagai minyak  hijau atau  minyak daun  karena minyaknya disuling dari daun. Minyak nilam memiliki aroma yang sangat kuat dan telah berabad-abad digunakan sebagai bahan membuat wewangian (parfum), bahan dupa atau setanggi  terutama pada tradisi orang timur. Harga jual minyak nilam termasuk yang tertinggi apabila dibandingkan dengan minyak atsiri lainnya.
Tumbuhan nilam tingginya bisa mencapai satu meter. Tumbuhan nilam menyukai suasana teduh, hangat, dan lembab. Mudah layu jika terkena sinar matahari langsung atau kekurangan air. Bunganya menyebarkan bau wangi yang kuat. Bijinya kecil. Perbanyakan biasanya dilakukan secara vegetatif yaitu tidak membutuhkan adanya proses perkawinan/penyerbukan dan pembuahan yang memerlukan pertemuan antara sel kelamin jantan dan sel kelamin betina untuk menciptakan individu.

Minyak nilam merupakan komoditas unggulan nasional di Indonesia. Selain bahan membuat wewangian, minyak nilam sendiri punya banyak kegunaan, mulai dari pembunuh serangga, hingga bermanfaat pula sebagai obat-obatan. Sebanyak 70% kebutuhan minyak nilam dunia, dipasok oleh Indonesia. Tapi sayang, Indonesia belum bisa mematok harga, dalam hal ini, Indonesia masih sebagai price taker saja. Tapi yang jelas, Amerika merupakan pengimpor minyak nilam terbesar di dunia.

Pertumbuhan Nilam

Tanaman nilam merupakan salah satu jenis tanaman yang sangat mudah tumbuh . Nilam dapat dikembangkan di atas lahan tidur dan pekarangan. Tanaman nilam bisa ditumpangsarikan dengan tanaman lain seperti jagung, bahkan tanaman buah-buahan lainnya. Tanaman nilam ini mampu bertahan selama 2-3 tahun dengan masa panen setiap dua bulan sekali. Nilam memiliki masa produktif tiga tahun sebelum kemudian dilakukan peremajaan lagi. Panen pertama enam bulan pascatanam, jarak waktu panen berikutnya lebih singkat yakni empat bulan sekali.  Minyak atsiri nilam sebenarnya terkandung pada semua bagian tanaman, seperti akar, batang, daun dan bunga,"  Pasar nilampun sudah sangat jelas. Yang terpenting adalah bisa memberdayakan masyarakat atau petani lokal sehingga kesejahteraannya meningkat.
Pada umumnya nilam dipanen pada usia 7-9 bulan, dan bisa dipanen sekali lagi pada 3-4 bulan selanjutnya. Panen dilakukan pada saat bagian bawahnya menguning. Setelah berusia 3 tahun, tanaman nilam harus diremajakan. Panen harus dilakukan pada pagi atau sore hari, karena kalau siang hari, kandungan minyaknya berkurang. Semua cabangnya digunting, terkecuali satu untuk merangsang penumbuhan cabang baru. Nilam dipanen menggunakan sabit atau ani-ani. Kalau menggunakan sabit, harus benar-benar tajam, kalau tumpul, nanti seluruh tumbuhan terangkat dan tidak baik dalam penumbuhan tunas yang baru. Menggunakan sabit, bisa menyebabkan batang dan daun tercampur sehingga kadar minyaknya berkurang. Kalau menggunakan, walau memakan waktu lebih lama, kita mendapatkan daun dengan kandungan minyak lebih lama. Dahulu, di Eropa, daun yang menguning dari minyak nilam tidak dipakai, tapi batangnya dipakai dalam beberapa keperluan.
Setelah dipanen, hendaknya dikeringkan dulu. Kata Heyne dalam buku De nuttige-nya, diterangkan bahwa masyarakat petani Hindia-Belanda (sekarang Indonesia), bahwa daun nilam dijemur menggunakan bambu hingga betul-betul kering dan beratnya kurang dari setengah dari berat semula. Daun nilam dihamparkan dalam jemuran dan dibolak-balik, sampai 5-8 jam. Daun yang sudah layu, diangin-anginkan di atas rak bambu. Lama pengeringan adalah 3-4 hari. Setelah kering, baru bisa disuling. Adapun daun yang sudah kering lebih banyak menghasilkan minyak atsiri ketimbang daun yang masih basah.


Prospek Perdagangan Nilam


Peluang usaha investasi nilam merupakan salah satu peluang usaha yang memerlukan biaya yang tidak sedikit “Tetapi bila berjalan, banyak masyarakat yang tertolong karena peluang usaha investasi nilam banyak memerlukan tenaga kerja”. Untuk perhitungan modal peluang usaha investasi nilam ini yang pertama perlu diperhitungkan dari alatnya dulu. Direncanakan mau memproduksi berapa banyak minyak nilam per minggu. Setting alatnya. Dari situ kemudian diseting luasan lahan tanaman nilam yang dibutuhkan.

Contoh peluang usaha investasi nilam . Untuk kapasitas alat 200 kg dengan dua kali penyulingan sehari, paling tidak membutuhkan lahan 16 hektare. Dan bisa ditambahkan lagi peralatan sampai kapasitas 800 kg, sehingga sehari dapat menyuling 1.600 kg. “Dengan kapasitas 200 kg, minimal dibutuhkan 12 hektare lahan. Kelipatan berikutnya sama. Return dari investasi lahan dan peralatan tidak sampai dua tahun sudah kembali, walaupun harga naik turun. Untuk satu hektare lahan paling tidak biaya peluang usaha investasi nilam nya Rp 35-40 juta. Kalau sehektare ditanami 25 ribu bibit, dan rata-rata produksi–dengan penanaman yang baik– 1 kg dari 1 pohon, maka akan menghasilkan 25 ton. Harga 1 kg tanaman nilam Rp 1.000 atau berarti Rp 25 juta. Biaya lahan dan bibit kurang lebih Rp 40 juta. Berarti dua kali panen, peluang usaha investasi nilam sudah kembali modal.

Tapi untuk biaya perawatan peluang usaha investasi nilam dan sebagainya dihitung tiga kali panen atau setahun baru kembali modal. Pada tahun berikutnya sudah murni pendapatan. “Jadi setahun BEP, tapi secara linear kita anggap saja dua tahun BEP,” jelasnya. Demikian juga untuk alat, dengan tiga kali panen atau satu tahun sudah tertutup. Dengan demikian, pada lahan 16 hektare dibutuhkan biaya Rp 30 juta x 16 = Rp 480 juta. Ini anggaran untuk lahannya.

Untuk kebutuhan alat pada peluang usaha investasi nilam ,1 boiler Rp 90 jutaan. Autoklep Rp 60-70 juta. Kalau punya dua autoklep atau alat penyulingan berarti Rp 120 juta + Rp 90 juta = Rp 210 juta. Ditambah instalasi dan lain-lainnya sekitar Rp 40 juta, total Rp 250 juta. Kemudian plus anggaran lahan Rp 480 juta = Rp 700 juta. “Total anggaran peluang usaha investasi nilam tersebut tahun kedua sudah kembali. Tanaman nilam dapat hidup sampai umur tiga tahun. Tahun kedua hingga ketiga murni keuntungan,”. Tentu hasil peluang usaha investasi nilam tersebut sangat menggiurkan apalagi di tambah dengan kita bisa membatu masyarakat yang membutuhkan pekerjaan.

Menurut Data Ketua Umum Asosiasi Minyak Atsiri Indonesia Produksi minyak nilam Indonesia hanya mampu menghasilkan 800 ton pada tahun 2011, Kebutuhan minyak nilam dunia mencapai 1.500 ton, artinya sebanyak 70% kebutuhan minyak nilam dunia disokong oleh Indonesia. Kebutuhan nilam dunia semakin menaningkat setiap tahunnya dilain pihak lahan produksi masih sangat terbatas. Dengan demikian budidaya nilam sangat prospek untuk dikembangkan.

(Dari berbagai Sumber)