You are here: Home CITRA BUANA Kodan VII/Wrb bersama Super Tani Genjot Ketahanan Pangan

Kodan VII/Wrb bersama Super Tani Genjot Ketahanan Pangan

PDFPrint

Program ketahanan pangan yang dilaksanakan oleh  Kodam VII/Wrb merupakan program berkelanjutan yang diorientasikan untuk meningkatkan produktivitas petani sekaligus membantu pemerintah daerah mempertahankan swasembada beras.
Program ketahanan pangan Kodam VII/Wrb mengandalkan Babinsa sebagai ujung tombak dalam membangun jaringan dengan kelompok-kelompak tani di masing-masing wilayah Kodim di Sulsel.
Untuk meningkatkan produktivitas petani, Kodam VII/Wrb menjalin kerja sama dengan CV Reski Surya Prima, produsen pupuk an-organik Super Tani. Guna meningkatkan pengetahuan Babinsa mengenai penggunaan pupuk Super Tani ini, Sterdama VII/Wrb melakukan sosialisasi kepada para Dandim dan Babinsa jajaran Korem 141/TP, ditambah dengan Dandim 1408/BS, Jumat (2/5/2014).
Pupuk Super Tani temuan prajurit Kodam VII/Wrb ini, diklaim memiliki kelebihan dari pupuk organik lainnya. Pupuk ini dapat digunakan pada  tanaman holtikultura dan sayuran dan tanaman tahunan, seperti kelapa sawit, sukun, jambu mete, cengkeh, nangka, dan sebagainya.
Pupuk Super Tani berfungsi untuk menambah unsur hara dalam tanah yang semakin berkurang akibat pengolahan yang berlebihan. Pupuk ini memiliki unsur hara makro dan mikro yang mampu memperbaiki sifat dan struktur tanah, sehingga tanah memiliki kecukupan hara kembali.
Pupuk ini dapat pula digunakan pada tambak. Penggunaan dosis yang tepat pada empang dapat memperbaiki kesuburan lahan sehingga menghemat pemakain pupuk sehingga 40% sehingga dapat meningkatkan produksi sampai 30%.
Menurut CV Reski Surya Prima sebagai produsen pupuk Super Tani ini ada tujuh keuntungan menggunakan pupuk ini. Yaitu : aplikasi sederhana, dosis lebih rendah, meningkatkan produksi hingga 30%, formulasi berkualitas lebih tinggi  dan lengkap, mengurangi biaya sampai 40%, tenaga kerja lebih hemat, dan harga murah dan terjangkau.
Penggunaan pupuk ini harus dikombinasikan dengan pupuk lain dengan fleksibel. Untuk areal satu herktar, pupuk ini dapat dicampur dengan 3 zak urea atau 2 zak urea plus satu zak ZA atau satu zak Urea ditambah dua zak ZA.
Untuk aplikasi pada tanaman padi, penyemprotan pupuk Super Tani dilakukan tiga kali. Yang pertama usia satu bulan setelah tanam. Kedua pada saat padi mulai bunting, dan ketiga, pada saat buah padi mulai berisi.

Sumber : Citra Buana